jalan-gratis

30 Mei 2008

Believe


Believe. Kata-kata itu belakangan ini sering sekali saya dengar. Pertama, saat hadir di forum Jumat TDA. Bang Valen mengungkapkan itu di salah satu pointnya. Yakin. Segala sesuatu yang kita impikan dan cita-citakan harus selalu disertai dengan keyakinan kita untuk dapat meraihnya. Tanpa keyakinan, semua itu akan sia-sia saja. Hari itu, Jumat 23 Mei 2008.

Minggu lalu, 25 Mei 2008, saya kembali mendengar kata believe, keyakinan, diulang oleh Bang Jay pada saat workshop. Katanya, antara keinginan dan keyakinan itu haruslah sinkron. Kalau tidak, ya percuma saja. Lagi-lagi keyakinan, believe.

Lalu semalam, entah kenapa sejak terbangun pk 2.30 dini hari tadi saya tidak bisa lagi memicingkan mata. Tiba-tiba kata-kata itu terngiang-ngiang di dalam kepala saya. Believe... yakin... lalu sebait syair yang begitu sangat familiar bagi saya tiba-tiba saja sudah bersenandung di dalam pikiran saya...

There can be miracles, when you believe...
Though hope is frail... it's hard to kill

Who knows what miracles... you can achieve
When you believe, somehow you will...
You will when you believe...

Lirik itu saya rasakan pas banget. Selama ini saya sering mendendangkannya, tapi tidak pernah sedalam ini saya hayati maknanya. Ya, saat kau percaya dan yakin... entah bagaimana caranya suatu saat kau pasti akan mendapatkannya... jika kau yakin itu.

Paginya, kata-kata yang sama disodorkan tepat di depan mata saya ketika saya klik blog pak Hasan Basri. Header yang tertulis di halaman depannya adalah.. "Dalam berbisnis nomor satu adalah Belief, sisanya adalah detail saja..." Dahsyat.

Semoga semua ini bisa menjadi motivator dan petunjuk bagi saya, insya Allah... Amiinn... Semangat!!

Yang berminat download lagunya (dari Mariah Carey dan Whitney Houston) bisa di-download di sini ya...

Here's the full lyric...

Many nights we've prayed
With no proof anyone could hear

In our hearts a hopeful song
We barely understood

Now we are not afraid

Although we know there's much to fear
We were moving mountains long
Before we knew we could


There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will

You will when you believe

In this time of fear
When prayers so often prove in vain
Hope seems like the summer birds
To swiftly flown away

Yet now I'm standing here
My heart's so full I can't explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I'd say

There can be miracles, when you believe

Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe

They don't always happen when you ask (Oh)
And it's easy to give in to your fears (Oh...Ohhhh)
But when you're blinded by your pain
Can't see your way straight throught the rain
Small but still, resilient voice
Says love is the relief (Ohhh)

There can be miracles
(Miracles)
When you believe (Lord, when you believe)
Though hope is frail (Though hope is frail)
It's hard to kill (Hard to kill, Ohhh)
Who know what miracles,you can achieve

When you believe, somehow you will
(somehow,somehow, somehow)
somehow you will
You will when you believe
You will when you
You will when you believe
Just believe...in your heart
Just believe
You will when you believeeeeeeeeeee

29 Mei 2008

WORKSHOP : Mental Block Breaker

Mental Block Breaker. Judulnya keren, ya? Tapi, apa ya kira-kira maksudnya? Jadi begini, ternyata tanpa kita sadari seringkali ada sikap mental negatif yang menghambat kita dalam melakukan suatu tindakan positif. Misalnya nih, dalam hati kita udah niat banget ingin berbisnis. Tapi masih ada rasa malu dan ragu untuk memulai. Wah, belum-belum aja udah begini, gimana bisa maju, ya? Kekeke... yah, begitulah kira-kira maksud dari workshop ini. Di sini kita ditunjukkan, apa aja sih mental block itu. Jenis-jenisnya. Solusi-solusinya. Sehingga diharapkan setelah workshop setidaknya kita sudah bisa menilai dan mengenali diri kita sendiri. Positif dan negatifnya. Dan... yang terpenting, pada akhirnya kita akan sanggup membuang segala hal negatif dari diri kita dan menjadikan segala hal yang positif dari diri kita sebagai pemicu langkah kita untuk terus maju. Interesting!!

Saya, alhamdulillah berkesempatan mengikuti workshop ini berdua dengan si Boss, karena jatuh pada hari Minggu (25/05/08). Di luar hari Minggu agak-agak susah gitu dehh... maklum masih TDB :P Awalnya sempat grogi. "Waduh, mau diapain ya kita?" Sempat ada pikiran seperti itu. Gara-garanya ya pertama, lokasi workshop sampai H-1 belum juga diumumkan, kesannya rahasia banget deh. Pengumuman baru disampaikan pk. 19.00 hari Sabtunya (24/05/08). Mungkin karena nomor pendaftaran saya dan si Boss ada di nomor urut 1 dan 2 kali ya... jadinya ya cepat. Pas dilihat, lha... koq di Taman Wiladatika Cibubur? Sudah terbayang deh lokasinya gimana. Agak-agak nge-outbound gitu, kekeke... "Wah, seru nih." pikir saya. Kedua, selain isi SMS pengumuman lokasi dan waktu acara, ternyata aja pula pesan tambahan. "Harap membawa baju ganti dan alat tulis." Wiiihh... makin seru :D Pikir saya, wah... kayaknya bakalan basah nih... kekeke.

Si Boss sempat muring-muring juga sebentar. Katanya, "Memangnya mo ngapain sih, pake bawa baju ganti segala..? Acaranya kaya' apa..?" Wah, si Boss nih... belum-belum dah worried. Inget jaman-jaman ospek dulu kali yah? Kekeke... Ya saya bilang aja.. "Ya ngga tau ya... kan aku juga baru pertama kali. Yah, namanya juga Mental Block Breaker. Mau di break langsung kali mentalnya." Jawab saya, ngasal. Geli melihat tampang si Boss yang ditekuk, saya iseng nambahin lagi "Ya siap-siap aja deh pi... ready for the worst !" Hehehe... si Boss langsung geleng-geleng kepala :D

Minggunya, pagi-pagi sekali kami sudah ready. Berangkat pk.7 kurang, perjalanan kurang lebih setengah jam dari lokasi kami di Kemayoran. Sampai di lokasi, sudah ada beberapa member TDA, sesama peserta workshop, yang sudah tiba. Langsung saya datangi sekelompok srikandi TDA. terlibat pembicaraan santai mengenai banyak hal. Terutama seputar bisnis yang mereka geluti. Sementara saya merasa seperti seorang reporter. Bertanya ini dan itu. Kekekeke... memang saya sedang haus akan informasi :-) Dari obrolan ringan itu ada beberapa masukan yang sangat berarti bagi saya. Alhamdulillah, bisa buat nambah spirit nih :D

Workshop pun dimulai. Lesehan. Pak Zaenal Abidin, rektor Institut Kemandirian, yang akrab disapa Bang Jay memulai presentasinya. Ternyata yang namanya rektor itu ga selalu tua yah... buktinya ya Bang Jay ini, gaul lah ibarat kata.. kekeke... Bang Jay memulai dengan game yang lucu. Intinya melatih konsentrasi. Ternyata, game yang menurut saya simpel itu (cie..cie..) bisa menghasilkan banyak uang. Lho koq uang? Hehehe... iya, karena Bang Jay mensyaratkan siapa yang salah harus membayar. Awalnya diminta 5ribu. Tapi ada peserta yang menawar... kekeke, ketahuan takut salah nih :P akhirnya disepakati 1000 saja. Lucunya kesalahan banyak terjadi pada orang yang sama. Kekeke... semoga itu berarti Bapak yang salah ini gemar beramal yha.. Amiiinn... :D

Bang Jay kemudian mengenalkan 3 tingkatan mental block pada kami, yaitu tidak bisa, tidak mungkin dan tidak mau. Yang paling berat adalah pada level tidak mau. Karena pada level ini orang akan sulit untuk menerima perubahan dan masukan. Ibaratnya, dia sudah mati sebelum mati. Hii... syerem yha... mayat hidup donk! ^^; Sedangkan untuk level tidak bisa, masih dapat diatasi dengan cara belajar dan belajar. Untuk level tidak mungkin dapat diatasi dengan melakukan pembuktian! Hmm... that's interesting!

Kemudian, kami diminta untuk menggambar sebuah lingkaran, setelah itu sebuah titik. Ngga nyangka lho... bahwa dengan gambar yang sederhana seperti itu, bisa digunakan untuk menunjukkan tingkatan mental block kita dan dimanakah kita selama ini berada. Di zona amankah? Atau telah keluar dari zona aman? Apapun hasilnya, yang jelas, bang Jang juga memberikan tips untuk menghancurkan mental block pada diri kita dengan 2 cara;
1. Pasang target tinggi-tinggi, jauh di luar realitas kita! Jangan lupa target ini harus real, ga boleh abstrak, karena semakin real kita menentukan target maka akan semakin mudah pikiran bawah sadar kita menerima target tersebut dan kemudian mensinergikannya secara otomatis untuk mencapai target tersebut. Dahsyat!
2. Kenali diri kita sendiri. Karena hanya dengan mengenal diri kita sendiri, kita bisa menjadi joki dari pemikiran-pemikiran kita. Kitalah yang menentukan. Bukan orang lain. Bukan siapa-siapa. Cara-cara yang bisa kita lakukan adalah;
- Percaya diri, dengan cara cintai diri, buang rasa benci. Cara sederhana adalah dengan melakukan meditasi cinta dengan berusaha menghadirkan sosok orang-orang yang kita cintai.
- Hati-hati dengan apa yang kita pikirkan. Jangan pikirkan hal-hal yang negatif karena seringkali itu malah terjadi!
- Sinkronkan keinginan kita dengan keyakinan. Karena hanya dengan keyakinan maka apa yang kita inginkan akan terjadi.

Sampai akhir acara, ternyata ga ada tuh basah-basahan :D Beberapa peserta sempat terlihat kecewa juga, dikiranya (sama dengan pikiran saya dan suami) bakal ada cebur-ceburan gitu... atau panjat-panjatan dikit deh (bener-bener pikiran outbound nih :P). Ternyata aman... eh, sempat sih basah sedikit... itu juga gara-gara panitia terlalu 'ekspresif dan kreatif' dalam membagikan minuman. Gimana ngga, lha wong pake acara lempar tangkap gitu.. ;)) Ternyata baju ganti diumumkan panitia karena ada acara tidur-tiduran di lantai menjelang akhir acara. Ceritanya kita diajak untuk praktek langsung meditasi cinta. Panitia khawatir baju peserta menjadi kotor dan ngga layak untuk dipakai sholat. Ooohh... begitu ya pak panitia... iya dehh... kekeke...

Overall, workshop yang saya ikuti kali ini menurut saya sangat menarik, inspiratif. Terutama point penetapan targetnya. Saya pun langsung berencana (mudah-mudahan ngga hanya rencana, ya.. ^^) untuk segera me-real-kan target saya. Ga boleh takut, harus keluar realitas!! Semakin ngga realistis menurut saya, itu lebih baik! :))

Well, friends... sudahkan Anda tentukan target Anda? Ayoo... real-kan target kita segera!! Yosh!! o\(^O^)/o

Salam Fuuntastic!

TDA di Detik.com


Dear action member,

Sudah bisa diduga, penandatanganan kerjasama antara TDA dengan detik.com pastinya diliput dan dimuat di detik. Dan ternyata, angle pemotretan yang dimuat di detik juga menampakkan wajah saya, walaupun hanya sebagai peserta (kekeke... mulai narsis nih ;D ).

Yosh !! Jadikan ini pemacu semangat untuk terus maju... SEMANGAT !!

Silakan baca detail beritanya di detikcom.

Salam Fuuuntastic !


26 Mei 2008

Forum Jumat TDA : 8 Secret dari Valentino Dinsi



Dear action members,

Alhamdulillah... forum Jumat TDA yang baru lalu (23/05/08) bisa saya ikuti full dari awal sampai akhir acara. Sempat khawatir karena waktu pelaksanaan yang malam hari (maklum, masih jadi biker, hehehe...) dan hadir seorang diri tanpa ada seorang pun yang dikenal. Wow... tapi karena sudah niat, ya nekat sajalah.. pikir saya. Sempat kikuk di awal, tapi alhamdulillah bertemu dengan salah seorang srikandi, yaitu mbak Sri-nya Kurnia Consulting. Lumayan ada teman ngobrol, hehehe... secara srikandi di TDA ini tergolong minim, apalagi pelaksanaan acara di malam hari. Lengkap sudah :P

Acara dimulai dengan sambutan dari panitia (TDA-M) juga ada acara penandatanganan kerjasama antara TDA dengan detik.com dalam hal pemasangan iklan di detik, yang katanya bisa didapat dengan special price. Sementara itu, saya hanya jadi pengamat setia... hehehe. Oh ya, sebelumnya saya juga sempat didaulat untuk memberikan testimoni karena saya tergolong satu2nya anggota baru TDA, yang belum berumur 2 bulan (sebenarnya malah baru 2 minggu kurang, hehehe..) dan baru pertama kali ikut acara TDA offline yang hadir Jumat kemarin. Sempat bingung, wah mau ngomong apa ya? Eh, ternyata malah jadi panjang ngomongnya... hehehe.. dasar :P

23 Mei 2008

Let's Go to Sofyan Betawi Tonight !

Dear friends,

Senang sekali rasanya, akhirnya hari Jumat, 23 Mei 2008 (hari ini) akhirnya tiba juga. Setelah 2 minggu yang lalu saya hanya bisa gigit jari (karena ingin datang tapi belum terdaftar sebagai anggota komunitas, hehehe...) akhirnya Jumat ini, insya Allah saya bisa hadir dan turut meramaikan Forum Jumat TDA. Yang lebih menyenangkan adalah, ternyata di forum Jumat kali ini akan hadir para petinggi2 TDA (yang sama sekali belum pernah saya temui) dan juga pak Haji Ali sebagai sesepuh TDA yang sudah sering saya baca namanya disebut2 diberbagai blog yang saya baca. Senangnya lagi, tertulis bahwa pertemuan ini juga terbuka untuk calon member :D Wah... seandainya saja ada tulisan serupa di undangan pertemuan 2 minggu lalu, pasti saya akan dengan senang hati hadir ^^ Yah, sudahlah... yang penting kan akhirnya bisa hadir juga :)

Terus terang saya merasa antusias sekali, penasaran tapi juga sedikit khawatir (hehehe... kalau ini sih penyakit lama saya yang suka ga pede-an :P) komunitas seperti apakah yang akan saya temui nanti? Semoga saja sesuai seperti yang sudah saya bayangkan selama ini... komunitas yang hangat, akrab dan tentu saja welcome terhadap new member :)

Saya sendiri sebenarnya 'blank' terhadap komunitas saya yang baru ini. Mengapa? Karena sebelumnya saya ngga pernah membayangkan kalau bisa bergabung ke dalam sebuah komunitas bisnis, yang selama ini rasanya hanya ada di angan-angan saya saja ^^
Terus terang, rasanya saya 'overexited' nih.. ^^;

Yah, pokoknya Bismillah aja lah... dan saya yakin TODAY will become one of my GREATEST day !! I'm sure of it !! :D

Salam Fuuunntastic..

21 Mei 2008

10 STEPS ENTREPENEURSHIP


Ada kutipan menarik yang saya baca hari ini, mengenai 10 Langkah menuju Entrepeneurship yang saya baca di blog pak Agus Ali.

10 Langkah itu adalah :


1.START WITH A DREAM

Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan keyakinan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan kerterikatan, tak mengenal kata 'tidak bisa' ataupun 'tidak mungkin'.

2.LOVE The Products or Services

Cintailah produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan kepada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Setiap awal usaha selalu akan ada banyak halangan ataupun kesulitan yang bertubi tubi, kecintaan akan produk kita yang akan membuat kita bekerja keras dengan senang hati.

3.Enthusiastism and Persistence

Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan kita akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.

4.Learn The BASICS of BUSINESS.

Pelajarilah fundamental business. : BEYOND THE *buy low, sell high, pay late, collect early. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik.Carilah -guru- yang baik.

5.Willing to Take CALCULATED RISKS.

Ambilah resiko. The gain that u will be able to achieve is directly proportional to the risk taken:

Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan entreprenneur dengan manager. Entrepreneur lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan untuk mengatur perusahaan yang telah maju.

6.Seek Advice, But Follow Your Belief.

Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata hati kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan "indera ke enam" nya.

7.Salesmanship and Customer Understanding.

Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci-sukses. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangakan usaha pada fase itu.

8.Work HARD, 7 Days a Week, 18 Hours a Day.

Kerja keras. Ethos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan businessnya. Me-lamun-kan dan memimpikan kerjanya.

9.Make Friends As Much As Possible.

Bertemanlah sebanyak-banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit lebih mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.

10.Deal With FAILURES.

Hadapi kegagalan Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidaklah mematikan. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana sampai itu terjadi, bersiaplah dan hadapilah!

11.Just Do It, NOW!

Lakukanlah sekarang juga. Bila Anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan:

READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM!. Putuskan dan kerjakan sekarang, kerena besok bukanlah milik kita.

Semoga tulisan ini bisa menjadi reminder saya dan bermanfaat pula bagi pembaca lainnya, Amin.

Join di TDA

Alhamdulillah... akhirnya bisa juga saya bergabung di komunitas ini. Mungkin ada yang belum tahu, apa itu TDA? Secara harafiah TDA merupakan kepanjangan dari Tangan Di Atas. Bagi saya TDA adalah sebuah komunitas yang memiliki semangat saling berbagi, baik ilmu maupun pengalaman, terutama dalam dunia ke-entrepeneur-an.

Saya mengenal istilah TDA ini belum lama. Baru sekitar dua bulanan yang lalu. Diawali dari browsing saya yang kemudian menemukan banyak sekali logo TDA terpampang di blog-blog yang saya baca. Mulai dari blognya pak Ryad Kusuma - Bu Poppy Garmila, mbak Doris Nasution, mbak Sukmasari, sampai akhirnya ke blog para founder TDA seperti pak Roni, pak Abduh, dan masih banyak lagi.

Dari hunting saya di mbah Google, saya semakin jatuh cinta kepada komunitas ini. Namun sayangnya, ternyata ngga semudah yang saya kira (mungkin karena saya aja yang gaptek kali ya.. hehehe) setelah beberapa lama (untungnya ngga sampai hitungan bulan ;) ) akhirnya berhasil juga. Duuh... senangnya.. :)

Apa sih yang saya harapkan dengan menjadi member TDA ? Jawabnya : banyak !! :)
Yang jelas, saya ingin belajar langsung dari sumbernya :D Kata orang, guru yang terbaik adalah pengalaman, dan banyak dari member TDA yang kaya' akan pengalaman... dan saya, insya Allah, siap untuk menimbanya :)

Bismillahirrahmanirrahiim... SEMANGAT !! :)

Welcome to My New Blog !!

Dear Friends,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Welcome to my new blog !! Selamat datang di blog saya yang baru... di sini insya Allah saya akan memulai sharing saya seputar perjalanan saya di dunia ke-amphibi-an saya untuk menuju full TDA !! Insya Allah.. :)

Semoga apa yang saya tuliskan di sini bisa diambil manfaatnya walaupun itu kecil nilainya :)

Well friends, happy reading !! ;)

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.